Related Post
SPPG Gili Timur Bantah Jadi Sumber Bau Tak Sedap, H Subaidi: Silakan Cek Langsung ke Lokasi
BANGKALAN TASLAMEDIA.com – Isu mengenai dugaan bau tak sedap yang disebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gili Timur, Yayasan Laili Izzatul Faqoh, Desa Gili Timur, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, mendapat tanggapan dari pihak pengelola.
Pemilik SPPG Gili Timur, H Subaidi, secara tegas membantah bahwa fasilitas pelayanan pemenuhan gizi yang dikelolanya menjadi sumber bau tak sedap sebagaimana diberitakan sebelumnya.
Alih-alih memperpanjang polemik, Subaidi justru mempersilakan masyarakat maupun instansi terkait untuk datang dan melihat langsung kondisi SPPG. Menurutnya, pengecekan di lapangan merupakan langkah paling tepat untuk memastikan fakta secara objektif.
“Kalau memang ada bau tak sedap, kami ingin tahu tempatnya di mana dan sumbernya dari mana. Silakan dicek langsung ke lokasi,” ujar H Subaidi.
Menurut Subaidi, kebersihan bukan sekadar bagian dari rutinitas operasional SPPG, melainkan menjadi salah satu komitmen utama dalam menjalankan pelayanan pemenuhan gizi bagi masyarakat.
Ia mengatakan, perhatian terhadap kebersihan dilakukan mulai dari area dapur hingga lingkungan di sekitar SPPG. Hal itu dinilai penting karena dapur yang berkaitan dengan penyediaan makanan untuk masyarakat harus berada dalam lingkungan yang bersih, sehat dan terjaga.
“Kami terbuka. Silakan warga atau instansi terkait datang dan melihat langsung kondisi SPPG. Kami menjaga kebersihan dapur dan lingkungan sekitar agar tetap bersih, sehat dan asri,” tegasnya.
Bagi Subaidi, keberadaan SPPG di tengah lingkungan masyarakat semestinya tidak menjadi sumber persoalan baru. Sebaliknya, fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat melalui pelaksanaan program pemenuhan gizi.
Karena itu, ia menegaskan bahwa pihaknya memiliki kepentingan yang sama dengan masyarakat, yakni memastikan aktivitas SPPG berjalan dengan baik tanpa mengabaikan kebersihan maupun kenyamanan lingkungan sekitar.
“Kebersihan dan kesehatan lingkungan menjadi komitmen kami. Kami ingin mewujudkan dapur yang bersih dan sehat serta lingkungan sekitar dapur tetap asri,” pungkasnya.
Sebelumnya, muncul pemberitaan mengenai dugaan keluhan sebagian warga Gili Timur terkait bau tak sedap yang disebut berasal dari SPPG Yayasan Laili Izzatul Faqoh.
Pemberitaan tersebut juga mendorong agar instansi terkait turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan memastikan sumber maupun kondisi yang sebenarnya.
Merespons hal tersebut, pihak SPPG Gili Timur menyatakan tidak keberatan apabila dilakukan pemeriksaan atau pengecekan langsung.
Bahkan, keterbukaan tersebut dinilai menjadi bagian penting untuk memastikan setiap informasi yang berkembang di tengah masyarakat dapat diuji berdasarkan fakta di lapangan, bukan semata-mata berdasarkan dugaan atau informasi yang belum terverifikasi.
Subaidi berharap persoalan tersebut dapat dilihat secara proporsional. Jika terdapat persoalan lingkungan, menurutnya, hal itu tentu perlu dicari sumber dan solusinya secara bersama-sama.
Dengan demikian, keberadaan SPPG tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program pemenuhan gizi, tetapi juga mampu berjalan berdampingan dengan masyarakat serta menjaga kualitas lingkungan di sekitarnya.
Pengecekan langsung ke lokasi, menurut pihak SPPG, diharapkan dapat menjadi jalan tengah untuk memperoleh gambaran yang utuh mengenai kondisi sebenarnya sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan program pemenuhan gizi di Desa Gili Timur.(oz)












